Artikel Utama

Grid List

Oleh: Irene Nusanti, Learning portfolio merupakan salah satu strategi yang dipilih untuk dapat diterapkan dalam sebuah paket diklat. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui kemajuan hasil belajar peserta diklat melalui strategi learning portfolio.

Oleh: Tri Suerni, Batik adalah kain tekstil hasil pewarnaan celup-rintang menurut ragam hias khas batik Indonesia dengan menggunakan lilin batik sebagai perintang warna. Batik mengandung nilai keindahan visual dan keindahan makna. Keindahan visual dapat dinikmati melalui fungsinya ,sedazngkan keindahan makna mengandung kearifan yang dapat dinikmati melalui ‘rasa’. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri desain batik kawung klasik dan batik kawung modern dan menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara desain batik kawung klasik dan batik kawung modern.

Oleh : Winarto, Manajemen pendidikan yang diterapkan di lingkungan internal sistem persekolahan hanyalah sebagian dari tanggung jawab kepala sekolah sebagai manajer pendidikan. Para pengelola pendidikan (kepala sekolah, kepala dinas pendidikan) sebagai eksekutif modern saat ini harus mampu mengamati dan merespons segenap tantangan yang dimunculkan oleh lingkungan eksternal baik yang dekat maupun yang jauh. Lingkungan eksternal dekat adalah lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung pada operasional lembaga pendidikan, seperti berbagai potensi dan keadaan dalam bidang pendidikan yang menjadi konsentrasi usaha sekolah itu sendiri, situasi persaingan, situasi pelanggan pendidikan, dan pengguna lulusan. Kesemuanya berpengaruh pada penentuan strategi yang diperkirakan mendukung sekolah mencapai tujuannya. Lingkungan eksternal yang jauh adalah berbagai kekuatan dan kondisi yang muncul di luar lingkungan eksternal yang dekat meliputi keadaan sosial ekonomi, politik, keamanan nasional, perkembangan teknologi, dan tantangan global. Secara tidak langsung berpengaruh terhadap penyelenggaraan sistem pendidikan di suatu sekolah.

Ali Sulchan - Berbagai strategi dan pendekatan dalam proses pendampingan terhadap kelompok usaha kecil (home industry) atau yang lebih akrap disebut industri kerajinan, juga yang lebih khusus dinamakan usaha yang meproduksi barang-barang kerajinan (Perajin). Kegiatan industri kecil yang identik dengan masyarakat pinggiran ini umumnya juga memberdayakan sumber daya manusia yang berada di daerah/lokal tersebut. Begitu pula sarana dan fasilitas yang dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran kegiatan yang dikembangkan umumnya masih termasuk sederhana.

Cetak Tuang Keramik

Seni

Oleh: M. Fajar Prasudi, Massa cetak tuang dari bahan tanah liat sangat dibutuhkan untuk membuat produk keramik secara massal dengan menggunakan teknik cetak hollow casting. Penyiapan yang tepat berkaitan dengan formula campuran tanah liat dan bahan deflokulan menjadi penting untuk diteliti karena setiap jenis tanah liat mempunyai sifat dan karakteristiknya sendiri. Hal ini berkaitan dengan kandungan yang ada di dalam tanah liat tersebut, maka setiap jenis tanah yang akan digunakan untuk membentuk dengan teknik cetak tuang hendaknya diteliti, setidaknya diuji coba karena perbedaan sifat dan karakter masing-masing tanah tersebut.

Oleh: M. Fajar Prasudi, Setiap jenis tanah liat mempunyai sifat dan karakternya sendiri. Tanah liat Sukabumi merupakan salah satu jenis tanah liat Stoneware yang mampu dibakar sampai dengan1200°C. Selama ini tanah liat tersebut banyak dimanfaatkan dalam pembuatan keramik skala kecil maupun besar. Salah satu sifat tanah liat yang penting sebagai body keramik adalah porositas, yaitu daya serap terhadap cairan. Porositas sangat tergantung dari kerapatan dan besar pori-pori yang terdapat dalam dinding keramik.

Berita Utama

Grid List

Bulungan, Kaltara, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang telah berperan dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Kontribusi Pemprov Kaltara tersebut antara lain diwujudkan dengan menghibahkan tanah seluas 4 hektar di Kabupaten Bulungan, Kaltara, untuk pembangunan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Utara. Pemprov Kaltara juga meluncurkan program bantuan pendidikan “Kaltara Cerdas” untuk meningkatkan akses pendidikan di provinsi tersebut.

 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan LPMP,” ujar Mendikbud saat acara peletakan batu pertama LPMP Kaltara, di Desa Bumi Rahayu, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, (1/11/2016).
 
Ia mengatakan, LPMP Provinsi Kaltara akan dibangun pada tahun 2017 untuk membantu pemprov Kaltara dalam pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan di Kaltara.  
 
“Ke depan, Kemendikbud juga akan membangun P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan sekolah berasrama (boarding school) untuk membantu pengembangan pendidikan di Kaltara, khususnya pengembangan pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal,” tutur Mendikbud.
 
Sebelumnya, dalam perjalanan menuju lokasi pembangunan LPMP Kaltara, Mendikbud juga sempat berkunjung ke SDN 02 Tanjung Selor. Di sana ia berdialog dengan para siswa dan kepala sekolah SDN 02 Tanjung Selor mengenai fasilitas pendidikan, didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad. Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud juga menyerahkan bantuan pendidikan untuk SDN 02 Tanjung Selor berupa bantuan dana untuk pembelian alat olahraga. Mendikbud juga berjanji akan membantu pembangunan perpustakaan di sekolah tersebut.
 
Kunjungan kerja Mendikbud dan rombongan kemudian berlanjut ke Universitas Kaltara untuk menghadiri peluncuran bantuan pendidikan “Kaltara Cerdas”. Peluncuran “Kaltara Cerdas” dihadiri Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, serta jajaran pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Utara. Unsur lain dari pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Kaltara juga hadir dalam acara peluncuran tersebut, antara lain guru, kepala sekolah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli pendidikan, dan mahasiswa.
 
Dalam sambutannya saat peluncuran “Kaltara Cerdas”, Mendikbud menyampaikan tiga fokus pemerintah di bidang pendidikan, yaitu perluasan akses pendidikan, penguatan pendidikan karakter, dan penguatan pendidikan vokasi. Terkait pendidikan vokasi, ia mengatakan, masa depan pendidikan vokasi harus benar-benar dapat menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan berkarakter.
 

“Saya harap Kaltara dapat mengembangkan pendidikan vokasi yang hebat,” katanya. Setidaknya ada lima bidang prioritas dalam pendidikan vokasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yaitu bidang maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa. (Seno Hartono/Desliana Maulipaksi)
Sumber : BKLM

Penulis : Seno Hartono/Desliana Maulipaksi
Editor : Anandes Langguana

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melibatkan organisasi guru untuk turut menyukseskan rangkaian acara HGN di bulan November. Peringatan HGN tahun ini mengangkat tema “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”.
 
“Kami akan memperingati HGN bersama dengan berbagai organisasi guru. HGN kita kemas sedemikan rupa dengan kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Surapranata, pada jumpa pers persiapan HGN 2016, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (03/11/2016).
 
Lebih lanjut Pranata menyampaikan rangkaian acara HGN 2016 yang dimulai pada tanggal 20 November 2016 yaitu gerak jalan diikuti sekitar 10 ribu guru, pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor, mulai dari pukul 06.00 WIB, di Jakarta. Selanjutnya, pada tanggal 22 November 2016 akan dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Ziarah tersebut akan diikuti sekitar 200 orang guru. 
 
Pada tanggal 25 November 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) akan menjadi Pembina upacara peringatan HGN, dimulai dari pukul 07.00 WIB, di halaman Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Kemudian pada tanggal 26 November 2016, Direktorat Jenderal GTK mengadakan acara Simposium Guru Nasional yang akan diikuti sekitar 2000 orang guru dari seluruh Indonesia. Simposium tersebut merupakan wahana untuk menuangkan ide, gagasan, dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan. 
 
“Simposium ini akan dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat. Acara ini akan melibatkan pakar dari perguruan tinggi, praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan, LSM pendidikan, organisasi guru, serta GTK berprestasi tingkat nasional,” jelas Pratana.
 
Pelaksanaan simposium tersebut akan membahas 10 topik, yakni Penguatan Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan, Optimalisasi Pendidikan Inklusi, Revitalisasi SMK dalam Menghadapi Daya Saing Ketenagakerjaan, Membangun Budaya Literasi di Satuan Pendidikan, dan Profesionalitas GTK melalui GTK Pembelajar. 
 
Selanjutnya simposium tersebut membahas tentang perlindungan GTK, membangun sekolah yang aman dan nyaman untuk warga sekolah, peningkatan mutu dan akses pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), teknologi informasi sebagai media dan sumber belajar, dan penilaian kinerja GTK.
 
Puncak acara Simposium GTK, Peringatan HGN tahun 2016, dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-71 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2016, di SICC, Sentul, Jawa Barat. Puncak acara tersebut akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, dan 10.000 orang GTK. 
 
Turut hadir dalam jumpa pers tersebut Ketua Pengurus Besar PGRI Muhammad Asmin, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Tety Sulastri, Pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sururi Azis, dan Wakil Sekjen Persatuan Guru Nadhatul Ulama (PERGUNU).
 
Jakarta, 03 November 2016
 
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Bulungan, Kemendikbud --- Dalam Peluncuran Bantuan Pendidikan Kaltara Cerdas yang diselenggarakan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (01/11/2016), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau kepala dinas, kepala sekolah, dan guru dapat berperan aktif membantu penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Provinsi Kaltara. 

 
“Kami mohon bantuan kepala dinas, kepala sekolah, dan guru untuk proaktif membantu dalam penyaluran KIP di Provinsi Kaltara. Bapak dan Ibu dapat bekerjasama dengan kepala desa, atau kelurahan sebagai upaya percepatan penyaluran KIP.” Pesan Mendikbud dalam sambutannya, di depan 600 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa SMA dan SMK, mahasiswa, dan LSM peduli pendidikan. 
 
Program Indonesia Pintar (PIP) dengan menyalurkan KIP, merupakan upaya pemerintah menjamin anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan jaminan pendidikan yang layak hingga sekolah menengah. “PIP juga dapat mendukung Program Pendidikan Kaltara Cerdas, membantu adik-adik kita dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan hingga sekolah menengah,” tutur Mendikbud.
 
Pada kesempatan ini, Mendikbud juga memberikan pesan kepada para pegiat pedidikan di Provinsi Kaltara memberikan penguatan terhadap Pendidikan Karakter, dan pertajam penguatan pendidikan vokasi. “Terdapat tiga fokus pendidikan yang harus kita laksanakan, yakni memberikan akses pendidikan, perkuat pendidikan karakter, dan pertajam penguatan pendidikan vokasi,” pesan Mendikbud kepada pegiat pendidikan Provinsi Kaltara.
 
Terdapat empat pendidikan vokasi yang menjadi prioritas pemerintah, yakni pariwisata, kemaritiman, ketahanan pangan, dan industri kreatif. Keunggulan pendidikan vokasi yang dapat membawa kemajuan Indonesia di masa mendatang dengan mencetak sumberdaya manusia yang kompetitif dan berdaya saing. “Saya harap Kaltara dapat mengembangkan, dan menjadi contoh penenerapan pendidikan vokasi yang hebat,” pesan Mendikbud.
 
Pada kesempatan ini Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan, bahwa Provinsi Kaltara telah menempatkan pendidikan menjadi bagian dari sektor prioritas utama. Hal tersebut ditetapkan sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan melalui pembangunan sumberdaya manusia. “Kami terus berupaya memberikan akses masyarakat terhadap fasilitas dasar pendidikan. Saya yakin dengan tingkat penddikan yang lebih baik, cara berpikir dan wawasan masyarakat akan lebih terbuka, sehingga dapat berinovasi dan menciptakan peluang ekonomi yang baru,” kata Gubernur.
 
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara, jumlah sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, SLB, SMA, dan SMK berjumlah 1.224 sekolah, dengan jumlah siswa hingga tahun 2016 sebanyak 140.890 orang. “Dengan Peluncuran Bantuan Pendidikan Kaltara Cerdas yang kita selenggarakan ini, diharapkan dapat membantu memberikan akses pendidikan lebih besar lagi untuk anak-anak Kaltara, dengan memberikan batuan beasiswa bagi siswa SD sampai perguruan tinggi” ujar Gubernur.
 
Dalam pengembangan pendidikan, Pemerintah Daerah Provinsi Kaltara telah menetapkan program Wajib Belajar 12 tahun, dan telah diberlakukan di seluruh kabupaten.kota di Kaltara. Selain itu dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah melakukan layanan PAUD dengan 1 desa 1 PAUD, dan sudah mencapai 90 persen pelaksanaan layanan tersebut. “Saat ini sudah terdapat 538 lembaga PAUD yang tersebar di 5 kabupaten/kota,” Jelas Mendikbud.
 
Gubernur berharap Kemendikbud dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kaltara dalam membangun pendidikan di kawasan perbatasan. “Kami berharap Kemendikbud dapat membantu membangun sekolah berasrama di daerah 3T, sebagai upaya melakukan pemerataan layanan pendidikan, dan memberikan hak yang sama bagi anak-anak di daerah perbatasan,” harap Gubernur.
 
Menanggapi harapan Gubernur, Mendikbud menyampaikan akan membantu Pemerintah Provinsi Kaltara membangun sekolah berasrama. “Hari ini sudah kita lakukan peletakan batu pertama sebagai awal pembangunan LPMP di Kaltara, ke depan kami juga akan bantu Kaltara membangun P4TK, dan juga sekolah berasrama di daerah perbatasan,” pungkas Mendikbud.




Kabupaten Bulungan-Kalimantan Utara, 1 November 2016
 
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Sumber : BKLM

Kepala PPPPTK Seni dan Budaya Drs. M. Muhadjir, M.A saat memberikan paparan

P4TKSB

PUSAT Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya menyelenggarakan Workshop Kepala dan Wakil Kepala SMK Bidang Seni dan Industri Kreatif Program Revitalisasi SMK Binaan PPPPTK Seni dan Budaya yang berlangsung dari tanggal 18 sampai dengan 20 juli 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta di Gedung Gatotkaca PPPPTK Seni dan Budaya dengan menghadirkan narasumber salah satunya adalah Dr. Ir. M. Bakrun, M.M., selaku Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (PSMK) Direktorat Dikdasmen Kemdikbud.

 Kantor Pusat
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email resmi P4TK Seni dan Budaya Yogyakarta

 

 Pengaduan Internal P4TK Seni dan Budaya
Email:  Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Pengaduan internal adalah bentuk penerapan dari pengawasan yang disampaikan oleh pejabat/Pegawai Negeri Sipil lingkup PPPPTK Seni dan Budaya, baik secara lisan maupun tertulis yang ditujukan kepada aparatur pemerintahan PPPPTK Seni dan Budaya

 

Pengaduan Eksternal P4TK Seni dan Budaya
Email:  Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 
Pengaduan eksternal adalah bentuk penerapan dari pengawasan masyarakat yang disampaikan oleh masyarakat, baik secara lisan maupun tertulis atas layanan kelembagaan PPPPTK Seni dan Budaya, berupa sumbangan pikiran, saran, gagasan, keluhan atau kritik yang