P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA

Majulah Seni Budaya Indonesia

19 Jun 2013

You are here: Berita P4TK SB Lukisan Tata Sarmantha,S.Pd menjadi bahan Kajian Drs. Banu Arsana

Lukisan Tata Sarmantha,S.Pd menjadi bahan Kajian Drs. Banu Arsana

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Untitled document banuSleman : Guru Produktif sebagai sumber belajar harus selalu meningkatkan kemampuan profesionalnya agar mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Selain itu, menghasilkan karya yang berkualitas menjadi sebuah tuntutan bagi seorang guru produktif.

Hal tersebut yang kemudian mendorong Drs.Banu Arsana, Widyaiswara Seni lukis P4TKSB tertarik meneliti hasil karya lukisan Tata Samantha, S.Pd, guru SMKN 7 Palembang, peserta diklat Peningkatan Kompetensi Guru Produktif tahun 2011 yang berjudul “ Batu Gajah”. Ia tertarik memilih karya Tata Samanthai sebagai obyek penelitiannya karena konsep penciptaanya berangkat dari etnik nusantara dengan sumber inspirasi relief megaliithikum yakni batugajah peninggalan Zaman Megalithikum yang corak reliefnya cukup realistis dan merupakan satu-satunya peninggalan Megalithikum yang paling sempurna. Alasan lain kenapa harus karya seorang peserta diklat yang dijadikan obyek penelitian? Salah satunya karena  sebagai widyaiswara pada sebuah lembaga diklat, ia mengambil sampel karya guru yang dianggap paling baik dengan maksud nantinya konsep penciptaan karya seni lukis Tata Samantha ini bisa menjadi acuan bagi guru-guru seni rupa yang lain.

“Karena sambil menyelam minum air ya, Tata seorang guru dan ini masih berbau diklat”. Tuturnya saat melakukan presentasi hasil penelitianya Yang berjudul “Studi Proses Penciptaan Lukisan Tata Samantha,S.Pd di ruang Dekorasi P4TKSB, Rabu 25 April 2012.

Karya Tata Samantha ini diteliti dan dikajinya, untuk mengetahui apakah Diklat Produktif Jenjang Tinggi yang telah dilaksanakan tahun 2011 lalu sudah sesuai dan tepat sasaran. Hasil kajiannya, menunjukkan bahwa proses penciptaan karya seni lukis Tata Samantha menurutnya sudah terstruktur dengan baik , konsepnya melibatkan apresiator/penikmat sehingga penikmat dapat terlibat aktif untuk berpikir memaknai lukisan yang divisualisasikan secara realis pointilis. Makna simbolik pada setiap unsur visual lukisannya mengandung makna yang sangat berarti dalam mengungkap atau merekonstruksi kehidupan manusia Megalithikum di Sumatera. Dan sebagai salah seorang peserta Diklat Peningkatan Guru Produktif, Tata dianggap sangat responsif terhadap peninggalan sejarah yang merupakan kekayaan budaya Indonesia. (mrt)