P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

20 Sep 2014

You are here: Berita Artikel Seni dan Budaya Pendidikan Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Melalui Ansambel Musik

Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Melalui Ansambel Musik

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 
Untitled document

ansambel-1Oleh: F. Dhanang Guritno

Pasal 3 UU Sisdiknas tahun 2003 menyebutkan, "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab". Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.(BPP Puskur, 2010)

 ansambel-2

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Intisari dari Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dituangkan dalam 18 nilai, yakni Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/ Komuniktif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung-jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran dalam proses belajar mengajar. Tidak ketinggalan pula mata pelajaran Seni Musik. Pada Sekolah Umum mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) seni musik adalah bagian dari pelajaran Seni dan Budaya. Salah satu materi pelajaran yang dapat digunakan sebagai sarana implementasinya adalah Ansambel.

Ansambel musik sekolah

Ansambel secara umum diartikan bermain musik bersama-sama atau kesatuan, kebersamaan; satuan musik yang bermain bersama-sama dengan tidak mempedulikan jumlah sedikit maupun banyaknya pemain. Ensemble (Prancis) juga berarti kelompok musik dalam satuan kecil. Permainan bersama dalam satuan kecil alat musik (Banoe, 2003: 133). Ansambel musik sekolah adalah ansambel yang repertoarnya disesuaikan dengan usia anak-anak sekolah. Instrumen musik yang digunakan biasanya antara lain recorder sopran, pianika, alat-alat perkusi sederhana seperti triangle, tamborin, cantagnet dan lain-lain. Apabila menggunakan instrumen musik standar hanya terbatas pada instrumen yang mudah dimainkan anak-anak pada umumnya misalnya gitar dan keyboard. Dengan demikian ansambel musik sekolah adalah kelompok musik dalam format kecil, di mana repertoar maupun instrumen musik yang digunakan disesuaikan dengan usia anak sekolah.

Agar dapat bermain ansambel dengan baik diperlukan penguasaan berbagai hal teknis oleh semua pemain. Hal utama yang harus dikuasai adalah teknik bermain alat musik. Disamping itu seluruh pemain juga dituntut hal-hal teknis yang lain guna mendukung terwujudnya permainan musik yang menyatu dalam kelompok. Misalnya kekompakan, balancing, kebersamaan dan lain-lain yang mendukung.

Penerapan nilai-nilai PKB

Faktor-faktor pendukung tercapainya permainan yang baik dalam ansambel inilah yang dapat dijadikan sebagai contoh penerapan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa. Religius, jujur dan toleransi, dalam permainan ansambel sangat diperlukan. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan dengan memainkan repertoar yang bertema religius, misal keagungan Tuhan, Kebesaran ciptaan Tuhan dan sebagainya. Bermain musik yang baik dituntut untuk memainkan nadanya secara tepat sesuai dengan harga dan nilai nada dari partiturnya sehingga hal ini melatih kejujuran. Toleransi dapat dibangun dalam kelompok ansambel yakni memainkan teks musik atau part masing-masing sesuai dengan arransemen yang ada dan harus dapat menghargai part yang dimainkan pemain yang lain demi terwujudnya keselarasan permainan bersama

Disiplin dan kerja keras bisa dilatih melalui permainan ansambel, karena ketaatan memainkan nada sesuai part masing-masing sangat mendidik kedisiplinan. Kerjakeras dalam mempelajari part yang harus dimainkan, akan mendukung tercapainya permainan yang baik dalam ansambel.

Kreatif, mandiri demokratis dan rasa ingin tahu. Kreatif, memberikan kesempatan berkreasi yang seluas-luasnya bagi siswa untuk berperan aktif dalam ansambel. Misalnya ikut membuat arransemen, menulis lagu dan sebagainya. Mandiri, dalam setiap latihan ansambel selalu didahului dengan latihan individu yakni melatih partnya sendiri sebelum digabung dengan instrumen yang lain. Hal ini akan melatih siswa untuk belajar mandiri. Demokratis, setiap individu mempunyai hak dan kewajiban yang sama yakni memainkan musik sesuai part nya dengan penuh tanggungjawab untuk mewujudkan permainan bersama yang kompak. Rasa ingin tahu, melalui kegiatan berlatih ansambel diharapkan siswa mempunyai pemikirin kritis selalu ingin tahu keindahan musik yang akan dimainkan secara bersama-sama.

Semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Melalui latihan ansambel siswa diajak selalu berfikir mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi. Dapat dipilih repertoar yang berhubungan dengan kebangsaan. Demikian juga cinta tanah air dapat diarahkan dengan repertoar atau lagu-lagu pujaan tanah air yang akan membantu menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Menghargai prestasi, bersahabat dan cinta damai. Sebelum bermain dalam kelompok, dapat diadakan audisi untuk menentukan posisi setiap pemain, sehingga setiap anak dilatih berprestasi dan menghargai prestasi orang lain. Bersahabat, bermain ansambel senantiasa dituntut dapat bersahabat dan berkomunikasi yang baik sehingga dapat dihasilkan kekompakan bermain musik. Cinta damai, dalam berlatih dan memainkan musik bersama siswa diajak untuk latihan mencintai sesama dan selalu dalam suasana damai sehingga bermain musik menimbulkan suasana yang menyenangkan.

Gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggungjawab. Kebiasaan yang membuat pemikiran luas dengan membaca tentang tema-tema yang dimainkan dalam ansambel akan mendukung terciptanya interpretasi dan ekspresi bermain yang baik. Misal lagu kepahlawan akan dapat diekspresikan dengan baik jika kisah-kisah kepahlawanan dipelajari terlebih dulu. Peduli pada kerusakan lingkungan dapat dibangun melalui lagu-lagu atau repertoar tentang keindahan alam dan lingkungan hidup. Melalui latihan bersama dalam kelompok ansambel dapat ditekankan perlunya saling membantu dalam kelompok. Begitu besar tanggungjawab yang harus dijalani oleh setiap pemain membuat terbiasa bertanggungjawab pula dalam kehidupan nyata.

Kesimpulan

Nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa sangat perlu diterapkan dalam proses pembelajaran pendidikan. 18 nilai diatas mungkin masih dapat dikembangkan menjadi banyak hal lagi. Namun berbagai upaya diatas tidak akan dapat berjalan dengan baik jika guru sebagai penanggungjawab proses pembelajaran tidak berkeinginan melaksanakannya dengan baik. Disinilah guru dituntut untuk berperan aktif melakukan inovasi kegiatan pembelajaran demi terwujudnya kualitas pendidikan yang tidak hanya sekedar tranfer ilmu pengetahuan tetapi sekaligus menyisipkan (insert) nilai-nilai luhur budi pekerti.

Daftar Pustaka:

Banoe, Pono. Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius, 2003.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum, Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (Pedoman Sekolah), Jakarta, 2010

Djelantik, A.A.M. Estetika: Sebuah Pengantar, Bandung: MSPI dan Arti, 2004.ansambel-1