P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

Berita:
You are here: Home

P4TKSB (P4TK Seni dan Budaya)

Audit Mutu Eksternal (Surveillance Audit) tahun 2015 di PPPPTK Seni dan Budaya

Surel Cetak PDF

staf-st-kayu-sdg-memperagakStaf Studio Kriya Kulit sedang memperagakan cara menggunakan salahsatu mesin produksiPada hari Senin s.d. Selasa tgl 4-5 Mei 2015 lalu telah diadakan kegiatan Audit Mutu Eksternal (Surveillance Audit) oleh Badan Sertifikasi SGS di PPPPTK Seni dan Budaya. Petugas auditor dari SGS yang datang melaksanakan audit adalah Ibu Renata Hutapea.

 Senin 4 Mei 2015 merupakan pelaksanaan audit hari pertama. Kegiatan audit dimulai dengan Opening Meeting yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor Pusat pada jam 08.30 WIB dan dihadiri oleh pejabat struktural, fungsional, tim dokumen kontrol serta perwakilan unit kerja. Setelah Opening Meeting, dilanjutkan dengan sesi Top Manajemen Discussion. Pada saat itu auditor dapat bertemu langsung dengan Bapak Kepala Pusat Salamun, SE, MBA, Ph.D dengan didampingi oleh Wakil Manajemen Mutu (Bapak Masrukhan Budiyanto, SH) serta anggota tim Dokumen Kontrol. Selesai acara diskusi dengan kapus, kegiatan audit dilanjutkan ke Unit Techno Art Park (TAP).  Sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) lembaga yang terbaru, maka bukti-bukti keterlaksanaan  kegiatan yang dilakukan di TAP meliputi dua hal yaitu kegiatan Penelitian dan Pengembangan Seni dan Budaya, serta Pengembangan Produk Inovatif. 


Selengkapnya...

Lomba Kreatifitas Anak: Pancing Imajinasi Mengolah Bahan

Surel Cetak PDF

kreatifitas anakAnak-anak Sekolah Dasar (SD) kelas 4, 5 dan 6 ditantang kreatifitasnya untuk menciptakan karya seni. Para siswa tersebut, dibekali bahan berupa kertas, benang, botol plastik, lem, cat (warna merah, kuning, biru), kemudian diminta untuk mengolah bahan tersebut menjadi karya kerajinan tangan.

Setidaknya ada 58 siswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang ikut mengambil tantang tersebut dalam lomba Kreativitas Anak, pada rangkaian acara Festival Seni Internasional (FSI) 2014 di P4TK Seni dan Budaya, Sleman, Yogyakarta, Rabu (4/11).

Sigit Purnomo, Koordinator lomba mengatakan, anak-anak sekolah dasar ini diminta untuk mengolah bahan yang disiapkan panitia  dan tidak boleh ditambah. “Ini tantanganya. Bagaimana anak-anak ini memanfaatkan semaksimal mungkin bahan yang kita beri untuk diolah menjadi karya. Apa yang bisa mereka ciptakan dengan bahan yang kita siapkan,” katanya.

Contoh saja lanjut Sigit, untuk cat panitia hanya menyediakan tiga warna pokok, merah, kuning dan biru. “Kalau mereka (siswa) ingin warnah hijau, coklat atau orange silahkan dibuat sediri. Atau menginginkan kreasi warna lain, silahkan diaduk (warnanya) sendiri,” paparnya.

Kategori penilaian dalam lomba ini meliputi kreatifitas siswa, keunikan karya dan, bisa memanfaatkan semaksimal mungkin bahan yang diberikan.

Pantauan di lokasi lomba, beragam karya kerajinan tangan diciptakan para siswa. Mulai dari fas bunga, kapal kertas, maket, robot sampai pada boneka kertas. (*)

 

Duo Gitar

Surel Cetak PDF

duo gitar“Duo Gitar”, Zoltan Paldi dan Rendra Pangestu unjuk kebolehan gaya penjarian gitar untuk membawakan perpaduan music jazz, blues, folk di Festival Seni Internasional (FSI) 2014. Gitaris asal Hongaria dan Indonesia itu berkolaborasi memaikan lagu-lagu klasik dari Amerika, Afrika, Hongaria dan Indonesia sendiri.

Selengkapnya...

Daftar Nama Juara Lomba Foto FSI 2014

Surel Cetak PDF

Mulya Yudha (Juara I) , Judul karya “Durga Uma “Dewi”
Hardy Wiratama (Juara II), Judul karya “Persiapan Pentas”
Hamid Mukhlis (Juara III), Judul karya “Jathilan”
Fehmiv Raffytavare (Juara Harapan), Judul karya “The Red”
Afrizal (Juara Harapan), Judul karya “Buka Panggung”
Dora Afriyani (Juara Harapan), Judul karya “Semangat”
Ajar Dwi Jayanto (Juara Harapan), Judul karya “Asylum”
Ditya Fajar Rizkizha (Juara Harapan), Judul karya “Balinese Dance”

Teknik Pembuatan Ikat Celup dan Pewarnaan

Surel Cetak PDF

Oleh: Wiwik Pudiastuti

batik ikatDi Indonesia kain jumputan dikenal dengan nama nama yang berbeda-beda, masyarakat Jawa menyebutnya Jumputan, di daerah Bali dikenal dengan nama Sangsangan, sedangkan di Palembang orang menamakannya kain Pelangi, di Kalimantan dikenal dengan istilah Sasirangan, dan di Sulawesi dikenal dengan nama kain Roto.

Warna-warna yang dterapkan biasanya menggunakan warna-warna ke arah warna tua seperti merah tua, hijau tua, hitam, biru tua dan sebagainya. Tetapi dengan adanya perkembangan jaman dan teknologi, kain jumputan ini menggunakan warna-warna yang disenangi oleh konsumen atau pasar.

Teknik Jumpatan (tie dye) adalah suatu proses pencelupan, yaitu sebagian kain diikat rapat menggunakan tali menurut pola tertentu, sebelum dicelup dengan zat warna. Dengan demikian bagian-bagian yang diikat tidak terkena celupan dan pada bagian tersebut terbentuklah motif hias jumputan yang sangat khas.

Untuk membuat motif jumputan atau ikat celup terdapat beberapa teknik khusus yang menghasilkan motif-motif tertentu, antara lain:

Teknik ikatan, ikatan berbelit, ikatan garis, mengikatkan benda, ikatan lingkaran berulang.

Selengkapnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL