P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

26 Nov 2014

Berita:
You are here: Home

P4TKSB (P4TK Seni dan Budaya)

Kepemimpinan Pembelajaran

Surel Cetak PDF

Oleh: Irene Nusanti

leaderDisamping materi inti dari modul Kepemimpinan Pembelajaran yang diperuntukkan bagi diklat kepala sekolah, fasilitator juga mengembangkan materi dari sumber-sumber lain untuk memperkaya wawasan para kepala sekolah. Dengan penambahan materi yang diambilkan dari sumber-sumber lain, diharapkan sesi Kepemimpinan Pembelajaran semakin dapat membekali kepala sekolah dengan jiwa kepemimpinan yang menggelora, sehingga membuat suatu pembelajaran yang tidak mungkin menjadi mungkin untuk diwujudkan. Dengan senantiasa memiliki semangat untuk memikirkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, maka seorang kepala sekolah akan selalu memiliki motivasi tinggi untuk dapat membuktikannya. Kedatangan kepala sekolah setiap harinya tidak lagi hanya sekedar datang pagi dan pulang sore saat pekerjaan sudah selesai. Atau kedatangan kepala sekolah tidak sekedar merupakan sebuah perjalanan rutin dari rumah ke kantor, tetapi menjadi lebih dari itu, yaitu sebuah perjalanan untuk mencoba membuktikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sekecil apa pun itu. Dengan demikian, perjalanan kepala sekolah menjadi perjalanan yang mengasyikkan karena dipenuhi dengan keingintahuan akan hal-hal yang dicobakan untuk mendapatkan berbagai kemungkinan dari sesuatu yang tadinya dianggap tidak mungkin.

Selengkapnya...

Lomba Kreatifitas Anak: Pancing Imajinasi Mengolah Bahan

Surel Cetak PDF

kreatifitas anakAnak-anak Sekolah Dasar (SD) kelas 4, 5 dan 6 ditantang kreatifitasnya untuk menciptakan karya seni. Para siswa tersebut, dibekali bahan berupa kertas, benang, botol plastik, lem, cat (warna merah, kuning, biru), kemudian diminta untuk mengolah bahan tersebut menjadi karya kerajinan tangan.

Setidaknya ada 58 siswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang ikut mengambil tantang tersebut dalam lomba Kreativitas Anak, pada rangkaian acara Festival Seni Internasional (FSI) 2014 di P4TK Seni dan Budaya, Sleman, Yogyakarta, Rabu (4/11).

Sigit Purnomo, Koordinator lomba mengatakan, anak-anak sekolah dasar ini diminta untuk mengolah bahan yang disiapkan panitia  dan tidak boleh ditambah. “Ini tantanganya. Bagaimana anak-anak ini memanfaatkan semaksimal mungkin bahan yang kita beri untuk diolah menjadi karya. Apa yang bisa mereka ciptakan dengan bahan yang kita siapkan,” katanya.

Contoh saja lanjut Sigit, untuk cat panitia hanya menyediakan tiga warna pokok, merah, kuning dan biru. “Kalau mereka (siswa) ingin warnah hijau, coklat atau orange silahkan dibuat sediri. Atau menginginkan kreasi warna lain, silahkan diaduk (warnanya) sendiri,” paparnya.

Kategori penilaian dalam lomba ini meliputi kreatifitas siswa, keunikan karya dan, bisa memanfaatkan semaksimal mungkin bahan yang diberikan.

Pantauan di lokasi lomba, beragam karya kerajinan tangan diciptakan para siswa. Mulai dari fas bunga, kapal kertas, maket, robot sampai pada boneka kertas. (*)

 

Duo Gitar

Surel Cetak PDF

duo gitar“Duo Gitar”, Zoltan Paldi dan Rendra Pangestu unjuk kebolehan gaya penjarian gitar untuk membawakan perpaduan music jazz, blues, folk di Festival Seni Internasional (FSI) 2014. Gitaris asal Hongaria dan Indonesia itu berkolaborasi memaikan lagu-lagu klasik dari Amerika, Afrika, Hongaria dan Indonesia sendiri.

Selengkapnya...

Tari Lengger: Dari Wanita Penggendong Tenggok Hingga Bidadari sesaat di Panggung.

Surel Cetak PDF

Yogyakarta:  Seni tidak selamanya membutuhkan kecerdasan atau daya intelegensi khusus, namun demikian seni bisa menjadi salah satu unsur kecerdasan.  Tak sulit bagi seseorang untuk belajar atau menekuni suatu seni, asal ada niat dan kepekaan rasa estetika, itu  sudah lebih dari cukup. Filosofi ini dibuktikan oleh kelompok seni Tari Lengger Magelang, yang mampu mengubah para wanita penggendong tenggok di lereng gunung sumbing, menjadi para bidadari saat di panggung pentas, seperti halnya saat mengisi Pentas Hiburan Rakyat pada acara Festival Seni Internasional 2014 di PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta (6/11).

Selengkapnya...

Pengembangan Diri

Surel Cetak PDF

Oleh: Irene Nusanti

Pengembangan DiriDalam rangka melaksanakan program kurikulum 2013, PPPPTK-SB telah dan masih akan melaksanakan berbagai kegiatan terkait dengan kurikulum 2013 tersebut. Bagi para widyaiswara yang akan mengajar, terlebih dahulu mendapatkan pembekalan tentang hal-hal yang akan diajarkan di lapangan. Supaya program kurikulum 2013 dapat berhasil dengan baik, tidak hanya widyaiswara yang mendapatkan pembekalan, para penanggungjawab kegiatan juga diberikan pembekalan dengan konten yang berbeda. Diharapkan dengan pembekalan yang diterima, baik oleh widyaiswara mau pun penanggungjawab kegiatan, mereka akan lebih berhasil dalam melaksanakan tugasnya. Materi pembekalan untuk penanggungjawab kegiatan meliputi materi yang bersifat teknis dan materi umum yang lebih mengarah kepada pengembangan diri pribadi masing-masing orang. Salah satu materi dalam kegiatan pembekalan ini adalah ‘Pengembangan Diri’. Materi pengembangan diri diadakan dengan tujuan memberikan kesempatan untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki, sehingga lebih berhasil dalam melaksanakan tugas. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa setiap orang pasti memiliki potensi. Dan sebesar apapun potensi ini tidak dapat muncul dengan sendirinya, perlu usaha dari yang bersangkutan. Kemudian, sebesar apapun potensi itu dikembangkan, tidak akan mendatangkan banyak manfaat ketika tidak diberi kesempatan untuk mencobanya. Oleh karena itu, usaha dan kesempatan adalah dua hal yang harus diupayakan oleh masing-masing pribadi dan juga oleh lembaga, dalam arti lembaga memberikan perhatian dan juga kesempatan. Jika lembaga hanya memberikan perhatian bagi berkembangnya potensi tetapi tidak atau kurang memberikan kesempatan, maka yang terjadi adalah saling berebut jika ada kesempatan. Atau jika lembaga hanya mampu memberikan kesempatan tetapi tidak pernah memberikan perhatian bagi berkembangnya potensi, maka yang terjadi adalah sekedar melaksanakan kegiatan secara hiruk pikuk, tanpa merasakan perkembangan yang berarti, karena tidak didasari dengan kesadaran mengembangkan diri. Sebaliknya, jika lembaga mampu memberikan keduanya dan bukan sebaliknya, maka PPPPTK-SB akan memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Diharapkan dengan materi ini, masing-masing penanggungjawab menjadi sadar akan potensi besar yang dimilikinya, untuk kemudian dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menunjang keberhasilan tugas-tugas yang diberikan.

Selengkapnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL